Latest News

Showing posts with label Energi - Minyak Bumi. Show all posts
Showing posts with label Energi - Minyak Bumi. Show all posts

Thursday, 7 July 2011

Menteri ESDM: 2025 peran minyak bumi berkurang

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darmin Zahedy Saleh mengatakan pada 2025 peran minyak bumi akan berkurang signifikan.

�Saat ini peran minyak bumi masih dominan, yakni 50,66 persen, dan pada 2025 akan berkurang menjadi 20 persen,� kata dia dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Litbang ESDM Bambang Dwiyanto di hadapan ratusan wisudawan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Malang, Sabtu.

Sedangkan peran gas bumi, menurut menteri justru meningkat menjadi 30 persen, dan batu bara 33 persen.

Menteri mengingatkan ke depan diharapkan ada penghematan dalam pemanfaatan energi. �Kami terus mendorong adanya diversifikasi dan kemandirian energi melalui kebijakan energi nasional yang dituangkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2006,� katanya.

Dalam PP Nomor 5 Tahun 2006 itu disebutkan bahwa target peran energi terbarukan menjadi 17 persen pada 2025, yang meliputi bahan baku nabati (biofuel) 15 persen, panas bumi lima persen, biomasa, nuklir, hidro, surya, angin, dan energi terbarukan lainnya lima persen, serta batu bara dua persen.

Menurut dia, kemandirian energi bisa dicapai jika memenuhi tiga faktor, yakni ketersediaan energi, aksesibilitas, dan daya beli masyarakat.

Selain itu, kata dia, mulai 2007 diluncurkan program Desa Mandiri Energi (DME) yang berbasis pada bahan baku nabati, seperti jarak pagar, kelapa serta singkong, dan bahan baku non nabati, seperti mikrohidro, angin, dan surya.

�Kami juga terus mendorong agar para pengusaha dan masyarakat luas mulai melakukan diversifikasi energi agar cadangan energi yang tidak terbarukan bisa tersimpan lebih lama, dan kita bisa berhemat,� katanya.

Menteri ESDM mengakui UMM telah mengawali penggunaan energi alternatif yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik internal kampus setempat, yakni mikrohidro.

�Bahkan, dalam waktu dekat akan diluncurkan listrik tenaga surya. Saat ini masih dalam taraf kajian dan uji coba,� katanya.

Sumber : http://www.solopos.com/2010/ekonomi-bisnis/menteri-esdm-2025-peran-minyak-bumi-berkurang-23380

Monday, 4 July 2011

Bagaimana Minyak Bumi Terbentuk ?

Manusia hidup di dunia ini hampir tidak bisa dipisahkan dari minyak bumi. Tidak hanya untuk bahan bakar saja kita menggunakan minyak bumi. Adakah yang menyadari bahwa pakaian kita ini menggunakan komponen yang berasal dari minyak bumi? Bahkan sampai ke pupuk pun menggunakan minyak bumi, sehingga tanaman bisa subur dan menghasilkan berbagai macam hasil tanaman.

Listrik yang menerangi rumah juga mengunakan generator yang bahan bakarnya dari minyak bumi. Cat, plastik, DVD, katup jantung buatan, dan lain-lain semuanya itu menggunakan bahan dari minyak bumi. Bagaimanakah seandainya minyak bumi itu tiada, atau habis cadangannya?

Lalu bagaimanakah cara minyak bumi ini terbentuk ?

Minyak bumi terbentuk dari organisme, tumbuhan, dan hewan, berukuran sangat kecil yang hidup di lautan purba. Begitu organisme ini mati, lalu terkubur di dasar laut dan kemudian tertimbun oleh pasir dan lumpur. Kemudian ia akan terbentuk lapisan yang kaya akan zat organik yang akhirnya akan menjadi batuan endapan. Proses ini berulang secara terus-menerus, sehingga satu lapisan akan menutup lapisan berikutnya. Dan ini berlangsung selama jutaan tahun. Selama jutaan tahun itu pula dimungkinkan lautan tersebut menyusut dan berpindah tempat karena adanya gerakan dari lempeng-lempeng bumi.

Endapan yang terbentuk ini umumnya miskin oksigen. Sehingga tidak dimungkinkan material organik dari organisme, tumbuhan, maupun hewan tersebut terdekomposisi secara sempurnya. Tetapi ada bakteri anaerob (tidak menggunakan oksigen dalam hidupnya) yang mengurai material ini, sedikit demi sedikit, molekul demi molekul, selama jutaan tahun menjadi material yang kaya akan hidrogen dan karbon. Seiring dengan terdekomposisinya material ini, muncul tekanan yang disebabkan oleh batuan yang mengendap di atasnya, sehingga temperatur dan tekanannya menjadi tinggi dan kemudian secara perlahan-lahan akan mengubah sisa-sisa bahan organik tersebut menjadi minyak dan gas bumi.

Minyak bumi yang dihasilkan ini kemudian akan bergerak ke lapisan batuan yang atas karena massa jenisnya yang rendah. Minyak bumi ini akan menuju batuan yang mempunyai pori-pori yang ukurannya cukup. Sehingga minyak akan terakumulasi di lapisan batuan tersebut. Lapisan batuan yang bisa mengandung minyak inilah yang disebut dengan reservoir minyak.

Batuan yang mengandung minyak bumi tertua yang diketahui berumur lebih dari 600 juta tahun. Sedangkan yang paling muda berumur sekitar 1-juta tahun. Bisa kita bayangkan berapa lama waktu pembentukan minyak bumi tersebut. Waktu pembentukan yang lama inilah yang menyebabkan minyak bumi termasuk sumber daya yang tidak dapat diperbarui. Sehingga sudah seharusnya lah kita menghemat penggunaan minyak bumi ini demi kelangsungan hidup manusia.

Thursday, 16 June 2011

Produk Pengolahan Minyak Bumi dan Manfaatnya

Keberadaan minyak bumi dan berbagai macam produk olahannya memiliki manfaat yang sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari, sebagai contoh penggunaan minyak tanah, gas, dan bensin. Tanpa ketiga produk hasil olahan minyak bumi tersebut mungkin kegiatan pendidikan, perekonomian, pertanian, dan aspek-aspek lainnya tidak akan dapat berjalan lancar. Dibawah ini adalah beberapa produk hasil olahan minyak bumi beserta pemanfaatannya:

1. Bahan bakar gas

Bahan bakar gas terdiri dari :
LNG (Liquified Natural Gas) dan LPG (Liquified Petroleum Gas)
Bahan bakar gas biasa digunakan untuk keperluan rumah tangga dan indusri.

Elpiji, LPG (liquified petroleum gas, : "gas minyak bumi yang dicairkan"), adalah campuran dari berbagai unsur hidrokarbon yang berasal darigas alam. Dengan menambah tekanan dan menurunkan suhunya, gas berubah menjadi cair. Komponennya didominasi propana c3h8 dan butana c4h10. Elpiji juga mengandung hidrokarbon ringan lain dalam jumlah kecil, misalnya etana c2h6 dan pentana c5h12.

Dalam kondisi atmosfer, elpiji akan berbentuk gas. Volume elpiji dalam bentuk cair lebih kecil dibandingkan dalam bentuk gas untuk berat yang sama. Karena itu elpiji dipasarkan dalam bentuk cair dalam tabung-tabung logam bertekanan. Untuk memungkinkan terjadinya ekspansi panas (thermal expansion) dari cairan yang dikandungnya, tabung elpiji tidak diisi secara penuh, hanya sekitar 80-85% dari kapasitasnya. Rasio antara volume gas bila menguap dengan gas dalam keadaan cair bervariasi tergantung komposisi, tekanan dan temperatur, tetapi biasaya sekitar 250:1.

Tekanan di mana elpiji berbentuk cair, dinamakan tekanan uap-nya, juga bervariasi tergantung komposisi dan temperatur; sebagai contoh, dibutuhkan tekanan sekitar 220 kPa (2.2 bar) bagi butana murni pada 20�C (68�F) agar mencair, dan sekitar 2.2 MPa (22 bar) bagi propana murni pada 55�C (131�F).

Menurut spesifikasinya, elpiji dibagi menjadi tiga jenis yaitu elpiji campuran, elpiji propana dan elpiji butana. Spesifikasi masing-masing elpiji tercantum dalam keputusan Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi Nomor: 25K/36/DDJM/1990. Elpiji yang dipasarkan Pertamina adalah elpiji campuran.

Sifat elpiji

Sifat elpiji terutama adalah sebagai berikut:
- Cairan dan gasnya sangat mudah terbakar
- Gas tidak beracun, tidak berwarna dan biasanya berbau menyengat
- Gas dikirimkan sebagai cairan yang bertekanan di dalam tangki atau silinder.
- Cairan dapat menguap jika dilepas dan menyebar dengan cepat.
- Gas ini lebih berat dibanding udara sehingga akan banyak menempati daerah yang rendah.

Penggunaan elpiji

Penggunaan Elpiji di Indonesia terutama adalah sebagai bahan bakar alat dapur (terutama kompor gas). Selain sebagai bahan bakar alat dapur, Elpiji juga cukup banyak digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor (walaupun mesin kendaraannya harus dimodifikasi terlebih dahulu).

Bahaya elpiji

Salah satu resiko penggunaan elpiji adalah terjadinya kebocoran pada tabung atau instalasi gas sehingga bila terkena api dapat menyebabkan kebakaran. Pada awalnya, gas elpiji tidak berbau, tapi bila demikian akan sulit dideteksi apabila terjadi kebocoran pada tabung gas. Menyadari itu Pertamina menambahkan gas mercaptan, yang baunya khas dan menusuk hidung. Langkah itu sangat berguna untuk mendeteksi bila terjadi kebocoran tabung gas. Tekanan elpiji cukup besar (tekanan uap sekitar 120 psig), sehingga kebocoran elpiji akan membentuk gas secara cepat dan merubah volumenya menjadi lebih besar.

2. Naptha atau Petroleum eter, biasa digunakan sebagai pelarut dalam industri.

3. Gasolin (bensin), biasa digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor.

4. Kerosin (minyak tanah), biasa digunakan sebagai bahan bakar untuk keperluan rumah tangga. Selain itu kerosin juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan bensin melalui proses cracking.

Minyak tanah (bahasa Inggris: kerosene atau paraffin) adalah cairan hidrokarbon yang tak berwarna dan mudah terbakar. Dia diperoleh dengan cara distilasi fraksional dari petroleum pada 150�C and 275�C (rantai karbon dari C12 sampai C15). Pada suatu waktu dia banyak digunakan dalam lampu minyak tanah tetapi sekarang utamanya digunakan sebagai bahan bakar mesin jet (lebih teknikal Avtur, Jet-A, Jet-B, JP-4 atau JP-8). Sebuah bentuk dari kerosene dikenal sebagai RP-1dibakar dengan oksigen cair sebagai bahan bakar roket. Nama kerosene diturunkan dari bahasa Yunani keros (?e??s, wax ).

Biasanya, kerosene didistilasi langsung dari minyak mentah membutuhkan perawatan khusus, dalam sebuah unit Merox atau, hidrotreater untuk mengurangi kadar belerangnya dan pengaratannya. Kerosene dapat juga diproduksi oleh hidrocracker, yang digunakan untuk mengupgrade bagian dari minyak mentah yang akan bagus untuk bahan bakar minyak.

Penggunaanya sebagai bahan bakar untuk memasak terbatas di negara berkembang, di mana dia kurang disuling dan mengandung ketidakmurnian dan bahkan "debris".
Bahan bakar mesin jet adalah kerosene yang mencapai spesifikasi yang diperketat, terutama titik asap dan titik beku.

Kegunaan lain

Kerosene biasa di gunakan untuk membasmi serangga seperti semut dan mengusir kecoa. Kadang di gunakan juga sebagai campuran dalam cairan pembasmi serangga seperti pada merk/ brand baygone.

5. Minyak solar atau minyak diesel, biasa digunakan sebagai bahan bakar untuk mesin diesel pada kendaraan bermotor seperti bus, truk, kereta api dan traktor. Selain itu, minyak solar juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan bensin melalui proses cracking.

6. Minyak pelumas, biasa digunakan untuk lubrikasi mesin-mesin.

7. Residu minyak bumiyang terdiri dari :
- Parafin , digunakan dalam proses pembuatan obat-obatan, kosmetika, tutup botol, industri tenun menenun, korek api, lilin batik, dan masih banyak lagi.
- Aspal , digunakan sebagai pengeras jalan raya

Sumber : http://www.unjabisnis.net/2011/03/produk-pengolahan-minyak-bumi-dan.html

Cadangan Minyak Bumi Indonesia Tersisa 23 Tahun

Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar menyatakan, cadangan minyak bumi Indonesia saat ini semakin menipis dan terisa bagi pemanfaatan selama 23 tahun.

�Cadang batu bara di Indonesia tersisa untuk 146 tahun, cadangan gas untuk 62 tahun dan cadangan minyak bumi untuk 23 tahun,� kata Rachmat pada Seminar dan Sarasehan Nasional bertema �Mencari Solusi untuk Bangsa� di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu [04/03].

Menurut dia, terkait rencana peningkatan penyediaan listrik 10.000 MW pertama yang direncanakan menggunakan bahan bakar batu bara akan mengurangi cadangan batu bara. Untuk itu, perlu dilakukan penghematan sumber daya energi fosil karena cepat atau lambat sumber ini akan habis.

�Pemanfaatan sumber energi fosil secara hemat dan bijak dan pengembangan sumber energi terbarukan merupakan langkah terbaik bagi penyediaan energi secara berkelanjutan,� kata Meneg LH Rachmat Witoelar.

Perlu penyediaan sumber energi alternatif, praktis, dan efektif yang memerlukan pemerataan hingga ke pelosok-pelosok. Kalau tidak, masyarakat akan mencari sendiri sumber energinya, contohnya memotong kayu di hutan. Ini akan menambah emisi CO2 ke udara dan meningkatkan efek rumah kaca.

Indonesia perlu mengembangkan elemen-elemen ketahanan energi untuk pembangunan nasional. Elemen-elemen itu antara lain ramah lingkungan hidup, berjalan secara berkelanjutan, akses yang merata hingga ke rakyat tingkat bawah dan terjangkau oleh masyarakat kelas bawah.

Namun Meneg LH Rachmat Witoelar mengatakan, Indonesia mengalami dilema dalam menyediakan sumber energi yang tidak bertentangan dengan ketahanan energi tersebut.

Ketahanan energi itu tidak selalu berjalan beriringan dan jika ingin menyediakan sumber energi yang terjangkau rakyat kelas bawah, maka seringkali sumber energi ini tidak ramah lingkungan. Apabila ingin menyediakan sumber energi yang ramah lingkungan, maka diperlukan investasi yang sangat besar.

Dari kenyataan tersebut maka dunia cepat atau lambat akan menggantungkan diri pada energi terbarukan antara lain panas bumi, tenaga air, tenaga surya, tenaga angin, bahkan tenaga arus laut.

Menurut Rachmat, tantangan terbesar penyediaan energi di Indonesia adalah menghasilkan penelitian dan pengembangan energi terbarukan yang dapat mencapai nilai perekonomiannya. Hal ini dapat direncanakan antara lima hingga 10 tahun ke depan, sebelum Indonesia mampu memanfaatkan potensi sumber energi terbarukan secara massal.

Pada seminar di kampus ITB, Meneg LH menawarkan solusi yang dilihat dari berbagai sektor pembangunan. Sektor-sektor ini antara lain sektor transportasi, sektor bangunan, sektor tata ruang, dan sektor industri.

Untuk mengurangi konsumsi energi perkapita, angkutan massal atau Mass Rapid Transportation (MRT) harus diperbanyak agar pengguna jalan beralih ke sana. Dari sektor bangunan, harus dikembangkan arsitektur hijau berkarbon rendah. Untuk sektor tata ruang, Indonesia harus mengikuti Tata Ruang Nasional dan harus terus mengembangkan wilayah ruang terbuka hijau.

Penghematan energi yang bisa dilakukan oleh sektor industri adalah dengan menerapkan 3R yaitu �reduce�, �reuse�, dan �recycle�,� kata Meneg LH Rachmat Witoelar. ( ant )

Sumber :
http://beritasore.com/2009/03/04/cadangan-minyak-bumi-indonesia-terisa-23-tahun/