Latest News

Showing posts with label PLTN - Internasional. Show all posts
Showing posts with label PLTN - Internasional. Show all posts

Wednesday, 29 June 2011

PLTN Iran Sudah "On"

TEHERAN, KOMPAS.com - Iran pada Sabtu (27/11/2010) mengatakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang dibangun oleh Rusia di Bushehr telah mulai beroperasi, menjelang putaran baru perundingan dengan pihak Barat mengenai program nuklir kontroversial negara itu.

"Tanpa ada propaganda dan kerepotan kami menyegel tutup reaktor dan semua batang bahan bakar sudah berada di dalam inti reaktor, kata kepala program nuklir Iran Ali Akbar Salehi seperti yang dikutip kantor berita Fars.

Salehi mengatakan otoritas di negara itu memperkirakan bahwa listrik yang dihasilkan di PLTN Bushehr akan terhubung dengan jaringan listrik nasional dalam satu atau dua bulan.

Iran mengatakan bahwa negara tersebut membutuhkan PLTN yang telah dibangun sejak 1970-an di sebelah selatan kota pelabuhan Bushehr sebelum akhirnya disempurnakan oleh Rusia untuk memenuhi permintaan listrik Iran.

Namun pemerintah Barat menuduh program nuklir Iran adalah topeng untuk menutupi program peningkatan kapasitas persenjataan nuklir, ambisi yang terus dibantah oleh Teheran.

Pengumuman Salehi tersebut datang menjelang negosiasi yang tampaknya akan dilanjutkan antara negara-negara kuat dunia dengan Iran mengenai program nuklir kontroversial Teheran di Jenewa pada 5 Desember.

Kepala urusan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton mengatakan pada pekan ini bahwa ia menerima "konfirmasi tidak resmi" dari Iran mengenai tanggal dan lokasi pembicaraan, "namun saya ingin suatu konfirmasi resmi."

Iran dan enam negara dunia --Amerika Serikat, Rusia, China, Prancis, Inggris, dan Jerman-- telah setuju untuk kembali ke meja perundingan untuk pertama kali sejak Oktober 2009, namun kedua pihak berbeda pendapat mengenai isu yang akan diangkat.

Kuasa-kuasa dunia ingin fokus pembicaraan mengenai program pengayaan uranium Iran namun Teheran ingin diskusi lebih meluas termasuk membicarakan isu keamanan regional.

Iran terkena empat sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa namun menolak untuk menangguhkan program nuklirnya, proses sensitif yang dapat digunakan untuk membuat bahan bakar nuklir atau bila pengolahannya ditingkatkan dapat menjadi inti bom atom.

Bulan lalu, Iran mengatakan pihaknya telah mulai mengisi bahan bakar --disediakan oleh Moskwa yang juga menyuplai bahan bakar yang habis-- ke inti reaktor pembangkit Bushehr, tindakan yang membuat fasilitas tersebut lebih dekat lagi untuk menghasilkan nuklir setelah beberapa dasawarsa penundaan.

Iran mulai mengirimkan bahan bakar ke fasilitas tersebut pada 21 Agustus, proses yang digambarkan sebagai "peluncuran fisik" dari PLTN.

Pada 4 Oktober, Salehi mengatakan PLTN akan siap menghasilkan listrik pada Januari, dua bulan lebih lambat sebelum pengumuman sebelumnya.

Proses untuk mengisi bahan bakar sedikit tersendat yang disebut Salehi diakibatkan oleh "cuaca yang sangat panas" di Bushehr.

Awal Oktober, Salehi mengatakan kebocoran kecil di kolam dekat reaktor Bushehr telah menunda dimulainya operasi PLTN dan empat hari lalu, ia juga kembali mengulang bantahan yang sebelumnya dinyatakan pejabat Iran mengenai �worm� komputer yang hebat, Stuxnet, sedang mengacaukan program nuklir Iran.

Sumber : http://internasional.kompas.com/read/2010/11/27/18232945/PLTN.Iran.Sudah.On.

Tuesday, 28 June 2011

Inggris Siap Bangun 8 Reaktor Nuklir

VIVAnews - Pemerintah Inggris melanjutkan rencana membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Inggris telah mengonfirmasikan 8 nama-nama daerah yang akan menjadi tempat didirikannya reaktor masa depan tersebut.

Dalam pengumuman pertama seputar masa depan nuklir di Inggris, setelah bencana Fukushima yang terjadi di Jepang, pemerintah menegaskan bahwa lokasi-lokasi yang dipilih itu cocok untuk pembangkit listrik tenaga nuklir. Rencananya, pada tahun 2025 mendatang, pembangkit listrik itu akan mendampingi PLTN yang saat ini beroperasi.

Kedelapan pembangkit listrik itu akan didirikan di Bradwell - Essex, Hartlepool, Heysham - Lancashire, Hinkley Point - Somerset, Oldbury - South Gloucestershire, Sellafield - Cumbria, Sizewell - Suffolk, dan Wylfa -Anglesey.

Rencana pembangunan tersebut merupakan bagian dari kebijakan nasional seputar energi yang baru dicetuskan. Rencana ini masih akan diperdebatkan dan diputuskan lewat voting di parlemen. Namun para menteri terkait berharap kalangan pro nuklir akan memenangkan suara.

Dikutip dari Independent, 26 Juni 2011, pemerintah berencana menggunakan reaktor generasi terbaru untuk menjaga pasokan listrik dan memangkas emisi gas buang setelah pembangkit listrik generasi lama ditutup.

Masa depan nuklir sebagai sumber energi bagi negara-negara di seluruh dunia kini menjadi pertanyaan setelah bencana gempa bumi dan tsunami menghantam reaktor-reaktor nuklir di Fukushima serta mengakibatkan kebocoran radiasi radioaktif dari pembangkit listrik tersebut.

Pekan sebelumnya, pemerintah Inggris memberi isyarat bahwa rencana pembangunan reaktor nuklir di Inggris tidak berubah setelah muncul laporan awal dari para pengamat dan pakar nuklir bahwa Inggris tidak perlu membatasi nuklir setelah melihat situasi yang terjadi di Jepang.

Sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/229292-inggris-siap-bangun-8-reaktor-nuklir

Friday, 3 June 2011

Arab Saudi Akan Bangun 16 Reaktor Nuklir

Jakarta - Pemerintah Jerman telah memutuskan untuk menutup reaktor nuklirnya bercermin dari krisis nuklir di Fukushima, Jepang. Berbeda dengan Jerman, Arab Saudi malah berencana membangun 16 reaktor nuklir.

"Dalam 10 tahun ke depan kita akan mempunyai dua reaktor. Setelah itu, tiap tahun kita akan membangun dua reaktor sehingga pada tahun 2030 kita akan mempunyai 16 reaktor nuklir," ujar Koordinator Badan Nuklir Saudi, Abdul Ghani Malibari seperti dikutip The Strait Times, Rabu (1/6/2011).

Menurut Malabari reaktor yang dibangun ini akan memenuhi kebutuhan energi listrik Arab Saudi sebesar 20 persen. Negara penghasil minyak terbesar itu kini sedang mencari variasi sumber energi untuk kebutuhan domestiknya.

Februari lalu, mereka telah menandatangani kerjasama perjanjian dengan Prancis untuk pengembangan energi nuklir. Sebelumnya pada tahun 2008 mereka juga menandatangani kerjasama serupa dengan Amerika Serikat.

Kebijakan Arab Saudi ini berbeda 180 derajat dengan Jerman. Jerman lebih memilih untuk menutup reaktor nuklirnya setelah bercermin dari krisis nuklir di Fukushima, Jepang.

"Kami ingin listrik di masa depan akan lebih aman dan juga terjangkau dan terpercaya," kata kanselir Jerman, Angela Merkel seperti dikutip AFP, Selasa (31/5).

Sumber : http://www.detiknews.com/
Kamis, 02/06/2011 04:25 WIB